Lagi-lagi
air mataku menetes karena mereka
Membasahi
daun-daun dan batangku yang perkasa
Kelakuan
mereka..
Yang sudah
sulit kudefinisikan lagi dengan kata-kata
Kegembiraan
berubah menjadi haru dan air mata
Senyum
lebarku perlahan sirna menghias duka
Angin dan
hujan..
Berusaha
terus mempertahankan senyum dan tawaku,
dari
pahitnya gergaji kayu dan panasnya matahari
Kenapa aku
tidak gembira?
Kenapa
justru teman-temanku tertawa renyah saat gergaji-gergaji kotor itu menggilas
tubuh mereka?
Apa mereka
bangga menjadi abu?
Yang kutahu,
mereka dibakar dan diterbangkan bersama angin
Tanah tempat
mereka berdiri kokoh berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit
Aku tidak
rela, membiarkan tubuh ini berada di
tempat pembakaran
Yang aku
ingin,
Daun-daun
lebatku melindungi mereka dari sengatan matahari
Buah-buah
segarku dipetik dan dinikmati
Anak-anak
kecil berebut tawa disampingku
Yang membuat
hati kecilku menghangat, senyumku terkembang, dan ikut menikmati senja bersama
mereka
Aku adalah
sebuah pohon, yang masih mencari pelukis kebahagiaan daun-daun rimbunku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar