Jumat, 28 Februari 2014

Nyanyian Sang Pohon

Lagi-lagi air mataku menetes karena mereka
Membasahi daun-daun dan batangku yang perkasa
Kelakuan mereka..
Yang sudah sulit kudefinisikan lagi dengan kata-kata
Kegembiraan berubah menjadi haru dan air mata
Senyum lebarku perlahan sirna menghias duka
Angin dan hujan..
Berusaha terus mempertahankan senyum dan tawaku,
dari pahitnya gergaji kayu dan panasnya matahari
Kenapa aku tidak gembira?
Kenapa justru teman-temanku tertawa renyah saat gergaji-gergaji kotor itu menggilas tubuh mereka?
Apa mereka bangga menjadi abu?
Yang kutahu, mereka dibakar dan diterbangkan bersama angin
Tanah tempat mereka berdiri kokoh berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit
Aku tidak rela, membiarkan tubuh ini berada di tempat pembakaran
Yang aku ingin,
Daun-daun lebatku melindungi mereka dari sengatan matahari
Buah-buah segarku dipetik dan dinikmati
Anak-anak kecil berebut tawa disampingku
Yang membuat hati kecilku menghangat, senyumku terkembang, dan ikut menikmati senja bersama mereka
Aku adalah sebuah pohon, yang masih mencari pelukis kebahagiaan daun-daun rimbunku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar