Sabtu, 01 Maret 2014

Selamat Sore, Senjaku

Apa haru bisa membuatmu nyaman dengan rindu? Apa ini yang membuat jarak denganmu dan bahagia? Kumohon beritahu aku, walau itu hanya menyiprat duka dan menderas air mata. Walau hanya membuat senja dilema memilih peraduannya. Aku rela, tidak memunculkan pelangi dalam sapuan rinai gerimis demi melihat senjaku yang sempurna. Melihatmu tertawa dengan rindu, itupun sudah membuatku bahagia. Meski sayatan itu masih perih, belum sempat tertutup. Aku rindu. Rindu saat-saat kenangan itu ada. Kapan bisa kita ulangi lagi kenangan itu? Kenapa tidak bisa? Saat aku dan kamu berubah menjadi kita. Tanpa ada lagi dingin disaat aku menatap wajahmu. Saat kau melihatku lekat-lekat dengan mata senyummu. Aku tidak mengerti, kenapa kau meninggalkanku tiba-tiba? Saat aku benar-benar sudah mendarat di antara bintang-bintang, kamu menunjukkan padaku bintang yang paling terang malam itu. Lalu, kamu meninggalkanku tersesat dan kemudian jatuh dalam jurang. Apa itu yang kamu inginkan? Pergi meninggalkanku demi rindumu di semesta lain? Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar