Apa haru bisa membuatmu nyaman dengan rindu? Apa ini yang membuat
jarak denganmu dan bahagia? Kumohon beritahu aku, walau itu hanya menyiprat
duka dan menderas air mata. Walau hanya membuat senja dilema memilih
peraduannya. Aku rela, tidak memunculkan pelangi dalam sapuan rinai gerimis
demi melihat senjaku yang sempurna. Melihatmu tertawa dengan rindu, itupun
sudah membuatku bahagia. Meski sayatan itu masih perih, belum sempat tertutup. Aku
rindu. Rindu saat-saat kenangan itu ada. Kapan bisa kita ulangi lagi kenangan
itu? Kenapa tidak bisa? Saat aku dan kamu berubah menjadi kita. Tanpa ada lagi
dingin disaat aku menatap wajahmu. Saat kau melihatku lekat-lekat dengan mata
senyummu. Aku tidak mengerti, kenapa kau meninggalkanku tiba-tiba? Saat aku
benar-benar sudah mendarat di antara bintang-bintang, kamu menunjukkan padaku
bintang yang paling terang malam itu. Lalu, kamu meninggalkanku tersesat dan
kemudian jatuh dalam jurang. Apa itu yang kamu inginkan? Pergi meninggalkanku
demi rindumu di semesta lain? Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar