Rasa takut yang dulu kurisaukan mengajakku pada bagian akhir titik
kulminasi. Membuatku kembali (lagi) merasakan sayatan perih disini, tepat pada
perasaanku. Meninggalkan sepucuk luka dan airmata yang sudah kuusahakan
menutupinya dengan senyum dan tawa palsu yang sering kau lihat. Tidakkah kau
mengerti dari ujung mataku kalau aku (sudah) benar-benar terluka? Entahlah~
kurasa aku harus menghapus jejakmu dalam perotasian hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar