Aku sudah
lelah. Kalah melawanmu dalam babak baru di perotasian hidupku. Sore itu, senja
bersembunyi dibalik awan kelam. Tidak mau memberiku secuil kekuatan dan
kehangatan untuk bertahan. Kubaca lagi satu persatu percakapan kita pada pesan
singkatmu malam itu. Kuingat lagi wajah dan suaramu, juga kenangan indah yang
sekaligus konyol diingat lagi. Rinai hujan yang membawa kenangan menetes
perlahan. Aku tersedu membaca semua kenangan yang sudah kurekam dalam bukuku.
Selalu seperti itu, saat senja pergi atau berjalan mendekatiku. Aku tidak
sanggup melihatnya; semua yang berhubungan dengan senja atau apapun itu. Kumohon
berhentilah menjadi bayangan, yang selalu menggandengku dengan haru ataupun
airmata. Pergi dan bawalah aku ke jejak kebahagiaan. Rindu; maafkan aku, yang
hanya selalu menulismu dalam semua aksaraku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar