Sabtu, 01 Maret 2014

Dua Puluh Tiga

Aku sudah lelah. Kalah melawanmu dalam babak baru di perotasian hidupku. Sore itu, senja bersembunyi dibalik awan kelam. Tidak mau memberiku secuil kekuatan dan kehangatan untuk bertahan. Kubaca lagi satu persatu percakapan kita pada pesan singkatmu malam itu. Kuingat lagi wajah dan suaramu, juga kenangan indah yang sekaligus konyol diingat lagi. Rinai hujan yang membawa kenangan menetes perlahan. Aku tersedu membaca semua kenangan yang sudah kurekam dalam bukuku. Selalu seperti itu, saat senja pergi atau berjalan mendekatiku. Aku tidak sanggup melihatnya; semua yang berhubungan dengan senja atau apapun itu. Kumohon berhentilah menjadi bayangan, yang selalu menggandengku dengan haru ataupun airmata. Pergi dan bawalah aku ke jejak kebahagiaan. Rindu; maafkan aku, yang hanya selalu menulismu dalam semua aksaraku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar